Pemimpin Amerika Serikat, Donald Trump, telah membagikan video buatan kecerdasan buatan (AI) yang menggambarkan masa depan Gaza sebagai pantai mewah. Video tersebut menampilkan berbagai elemen imajinatif, termasuk patung raksasa dan pemandangan mewah lainnya. Namun, konten ini mendapat kritik tajam dari pengguna media sosial yang merasa bahwa video tersebut tidak mencerminkan realitas atau sensitivitas situasi di Gaza saat ini.
Video yang dibagikan melalui platform Truth Social pada hari Selasa lalu, menunjukkan gambaran futuristik tentang wilayah Gaza. Dalam video tersebut, terlihat pemandangan pantai eksotis dengan bangunan pencakar langit menjulang tinggi, mobil-mobil mewah, serta kapal pesiar yang megah. Selain itu, video juga menampilkan adegan unik seperti penari perut berjanggut dan patung emas raksasa. Bahkan, ada momen di mana seorang tokoh terkenal tampak membuat hujan untuk para turis.
Berbagai elemen dalam video ini menciptakan narasi yang jauh berbeda dari kondisi aktual Gaza. Warga Palestina dan pendukung mereka mengecam ide-ide yang disampaikan oleh Trump, termasuk rencana "mengambil alih" wilayah tersebut dan mengusir penduduk asli. Hal ini dipandang sebagai bentuk pembersihan etnis dan mendapatkan respons negatif dari berbagai kalangan internasional. Negara-negara Arab pun bereaksi cepat dengan mengusulkan alternatif rekonstruksi yang lebih sesuai.
Kontroversi ini semakin memanas ketika ribuan pengikut pro-Trump di Truth Social meminta agar video tersebut dihapus. Reaksi ini mencerminkan adanya perpecahan antara visi yang digambarkan dalam video dan realitas sosial-politik yang ada. Kejadian ini menunjukkan betapa sensitifnya isu-isu terkait wilayah konflik dan pentingnya pertimbangan matang dalam menyuarakan pandangan publik.