Puluhan kepala daerah dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berkumpul di Magelang, Jawa Tengah. Mereka siap mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang namun menunda kegiatan tersebut sesuai instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Para pejabat ini menunggu informasi lebih lanjut dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang bertugas berkomunikasi dengan pemerintah pusat.
Sekelompok besar pejabat lokal dari PDIP telah berkumpul di kota Magelang untuk membahas rencana retret mereka. Meskipun awalnya direncanakan untuk segera dimulai, para peserta memilih untuk menunda kegiatan ini. Keputusan penundaan ini didasarkan pada arahan dari pemimpin tertinggi partai.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu menjelaskan bahwa para kepala daerah tetap berkomitmen untuk mengikuti retret. Namun, mereka perlu menunggu petunjuk lebih lanjut dari pihak yang berwenang. "Kami siap mengikuti retret, hanya saja kami harus menunda hingga mendapat informasi lebih lanjut," ujar Masinton. Selain itu, dia menambahkan bahwa penundaan bukan berarti penolakan. Para pejabat ini menantikan komunikasi dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, yang ditugaskan untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Mereka optimis bahwa retret akan dapat dilaksanakan dalam waktu dekat.
Berbagai persiapan telah dilakukan oleh para pejabat PDIP sebelum retret di Akmil Magelang. Meski ada penundaan, semangat untuk berpartisipasi tetap tinggi. Para pejabat ini terus berkoordinasi untuk memastikan semua aspek retret berjalan lancar.
Pada hari Sabtu, 22 Februari 2025, puluhan pejabat PDIP berkumpul di sebuah kafe tidak jauh dari lokasi retret. Di antara mereka termasuk Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dan Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih. Sementara itu, Pramono Anung dan Gubernur Bali I Wayan Koster juga dikonfirmasi sudah berada di Magelang. Dengan koordinasi yang baik, para pejabat ini yakin bahwa retret akan menjadi kesempatan penting untuk memperkuat solidaritas dan strategi politik partai. Mereka menunggu kabar lebih lanjut tentang waktu pasti pelaksanaan retret, sambil tetap berharap bisa bergabung dalam satu atau dua hari ke depan.