Pihak berwenang di Rusia telah membantah klaim bahwa mereka meminta Amerika Serikat untuk menarik pasukannya dari Eropa Timur. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh juru bicara Kremlin, pihak Rusia menegaskan bahwa tuduhan ini tidak benar dan mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap peningkatan infrastruktur militer NATO di dekat perbatasan mereka. Meskipun ada spekulasi tentang kemungkinan perubahan posisi AS, pemerintah Polandia menyatakan bahwa mereka tidak mempertimbangkan skenario penarikan pasukan tersebut.
Di ibukota Moskow, otoritas tertinggi Kremlin dengan tegas membantah laporan yang menyebutkan bahwa Rusia meminta kepada delegasi AS untuk mengakhiri keberadaan militer NATO di wilayah Eropa Timur. Tuduhan ini berasal dari seorang pejabat senior Rumania, Cristian Diaconescu, yang membuat pernyataan tersebut dalam wawancara dengan stasiun penyiaran lokal. Namun, juru bicara resmi Kremlin, Dmitry Peskov, dengan cepat merespons dan menegaskan bahwa informasi itu tidak akurat.
Rusia telah lama mengungkapkan kegelisahan mereka tentang ekspansi militer NATO yang semakin mendekati wilayah mereka. Peskov menjelaskan bahwa kekhawatiran ini bukanlah rahasia bagi siapa pun dan telah menjadi topik diskusi yang berkelanjutan. Diaconescu juga menyatakan bahwa meski utusan AS menolak permintaan tersebut, situasi bisa berubah sewaktu-waktu, menambah ketidakpastian dalam hubungan kedua negara.
Berbagai sumber anonim dari kawasan tersebut mengungkapkan keraguan tentang sikap Presiden Trump dan potensi pengaruhnya terhadap kebijakan AS di Eropa Timur. Beberapa analis khawatir bahwa Rusia mungkin mencoba mempengaruhi Washington melalui tekanan pada Ukraina. Di sisi lain, Menteri Pertahanan Polandia menegaskan bahwa negaranya tidak mempertimbangkan skenario penarikan pasukan AS.
Dengan adanya panggilan telepon antara pemimpin Rusia dan AS serta pembicaraan di Arab Saudi, kedua negara berusaha menormalisasi hubungan bilateral. Upaya ini bertujuan untuk mempertimbangkan kepentingan masing-masing dan mungkin membuka jalan bagi pertemuan langsung antara Putin dan Trump di masa mendatang. Sementara itu, para politisi Barat tetap waspada terhadap potensi penarikan pasukan AS dari negara-negara anggota NATO di Eropa Tengah dan Timur.