Dalam acara retreat kepala daerah yang diselenggarakan di Akademi Militer Magelang, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Ace Hasan Syadzily menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam memperkuat ketahanan nasional. Acara ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi antar pemimpin daerah dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan geopolitik global serta mencapai visi Indonesia Emas 2045. Selain itu, Ace juga membakar semangat peserta dengan lagu patriotik dan pidato inspiratif.
Ace Hasan Syadzily membuka sesi dengan mengajak para peserta berdiri dan menyanyikan lagu patriotik, menciptakan suasana yang penuh semangat. Ia menegaskan pentingnya menjaga amanah dan kepercayaan rakyat serta peran vital kepala daerah dalam mendukung program pemerintah pusat. Dengan tekad kuat, Ace menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pusat untuk mencapai tujuan nasional.
Lebih lanjut, Ace menekankan bahwa kepala daerah harus menjadi pelopor dalam inovasi dan kebijakan yang efektif. Dia mengajak para pemimpin daerah untuk bersatu dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika dan berkontribusi aktif terhadap pembangunan yang adil dan makmur. Dalam pidatonya, Ace juga mengutip kata-kata bijak dari tokoh-tokoh nasional, menegaskan bahwa integritas dan solidaritas adalah kunci sukses.
Ace memaparkan strategi Asta Cita sebagai jalan menuju ketahanan nasional yang dinamis. Dia menyoroti tantangan geopolitik global seperti rivalitas AS-Tiongkok, konflik Israel-Palestina, dan perubahan iklim. Ace menekankan bahwa Indonesia harus memanfaatkan bonus demografi melalui reformasi struktural dan investasi teknologi untuk mencapai pendapatan per kapita USD12.233 dan masuk 5 besar ekonomi dunia pada tahun 2045.
Dalam penjelasannya, Ace juga mengingatkan tentang pentingnya memahami dinamika geopolitik global dan bagaimana hal tersebut mempengaruhi ketahanan nasional. Dia menekankan bahwa kepala daerah harus proaktif dalam merumuskan kebijakan yang inovatif untuk mengantisipasi ancaman dan memanfaatkan peluang. Di akhir ceramahnya, Ace menyerukan solidaritas seluruh pemimpin daerah untuk bersama-sama menciptakan pemerintahan yang efektif dan berintegritas. Selama dua hari kedepan, para peserta akan dibagi ke dalam kelompok kecil untuk diskusi intensif, diharapkan dapat memberikan ide-ide konstruktif dalam membangun ketahanan daerah.