Berita
Perusahaan Tesla Hadapi Gugatan di Australia karena Masalah Keamanan dan Jarak Tempuh
2025-02-27

Pengadilan Federal Australia menerima gugatan terhadap Tesla Motors Australia yang menuduh perusahaan tersebut melakukan klaim palsu mengenai jarak tempuh kendaraan listriknya serta fitur self-driving. Pelanggan juga melaporkan insiden rem hantu, di mana mobil berhenti mendadak tanpa adanya rintangan. Situasi serupa telah terjadi di Jerman, di mana pengadilan memutuskan sistem Autopilot Tesla cacat. Perusahaan hukum JGA Saddler menggambarkan masalah ini sebagai ancaman serius bagi keselamatan pengguna dan penumpang, sementara direktur Rebecca Jancauskas menekankan pentingnya kejujuran dalam pemasaran produk.

Berita tentang tuntutan hukum baru-baru ini menyoroti isu-isu signifikan yang ditemui oleh pemilik Tesla di Australia. Klaim-klaim yang disampaikan oleh pelanggan mencakup ketidaksesuaian antara jarak tempuh yang dijanjikan dengan kenyataan di lapangan. Menurut laporan, beberapa kendaraan hanya dapat mencapai 25% dari jarak yang diiklankan. Selain itu, fitur self-driving dikritik karena tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan sebelumnya.

Masalah rem hantu menjadi sorotan utama dalam gugatan ini. Fenomena ini terjadi ketika mobil secara otomatis mengerem tanpa adanya alasan yang jelas. Para ahli keamanan merasa khawatir bahwa hal ini bisa menyebabkan situasi berbahaya, terutama jika terjadi di jalan raya atau area padat. Direktur JGA Saddler Rebecca Jancauskas menunjukkan bukti yang mengindikasikan bahwa Tesla mungkin sudah mengetahui masalah ini selama bertahun-tahun namun belum memberikan solusi yang efektif.

Insiden serupa juga terjadi di Jerman, di mana pengadilan setempat memutuskan bahwa sistem Autopilot Tesla tidak cocok untuk digunakan secara normal. Putusan ini didasarkan pada temuan bahwa fitur tersebut memiliki kekurangan yang signifikan dan tidak dapat dipercaya sepenuhnya. Hal ini menambah daftar panjang kasus hukum yang melibatkan Tesla di berbagai negara.

Dalam upayanya, JGA Saddler berharap tindakan hukum ini dapat mendorong produsen kendaraan listrik lainnya untuk lebih transparan dalam pemasaran mereka. Mereka juga menekankan pentingnya menjaga standar keamanan dan kualitas produk agar konsumen dapat merasa aman dan puas dengan pembelian mereka. Langkah-langkah ini diharapkan akan membawa perubahan positif bagi industri otomotif elektrik secara keseluruhan.

More Stories
see more