Berita
PT Krakatau Steel Berjuang Menghadapi Tantangan Perdagangan Global
2025-02-22

Dalam era perdagangan global yang semakin kompleks, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk terus berupaya memperkuat posisinya sebagai salah satu produsen baja terbesar di Indonesia. Perusahaan ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk proteksionisme perdagangan dan praktik dumping baja murah dari negara lain. Dengan berbagai inisiatif strategis, Krakatau Steel berkomitmen untuk mempertahankan daya saing industri baja nasional.

Perkembangan Industri Baja di Masa yang Menantang

Berada di tengah dinamika pasar baja global yang dipengaruhi oleh kebijakan proteksionisme dari negara-negara besar seperti Amerika Serikat, Krakatau Steel harus beradaptasi dengan cepat. Kebijakan tarif tinggi di AS telah mendorong produsen baja dari China mencari pasar alternatif, termasuk Indonesia. Impor baja murah dari China meningkat signifikan pada semester pertama 2024, mencapai 2,98 juta ton, atau naik 34% dibandingkan tahun sebelumnya. Situasi ini menekan harga baja domestik dan mempengaruhi kinerja keuangan Krakatau Steel.

Pada kuartal III 2024, Krakatau Steel mencatat pendapatan sebesar USD657,5 juta dengan volume penjualan baja mencapai 535,2 ribu ton. Meskipun demikian, perusahaan mengalami kerugian bersih sebesar Rp2,80 triliun akibat beban keuangan yang tinggi dan persaingan harga yang sengit. Namun, dengan rencana operasional ulang pabrik Hot Strip Mill (HSM) yang telah berhenti selama setahun setengah, serta dukungan pemerintah dan permintaan domestik yang meningkat, Krakatau Steel optimis dapat mencapai target pertumbuhan dan pendapatan hingga Rp25 triliun.

Ahli Hukum Perdagangan dan Bisnis Adiwarman menekankan pentingnya kebijakan perlindungan industri nasional yang seimbang dengan upaya peningkatan efisiensi produksi. “Indonesia perlu memiliki strategi yang tepat agar Krakatau Steel tetap menjadi pemain utama dalam industri baja internasional,” katanya. Namun, kehati-hatian diperlukan dalam memberlakukan kebijakan proteksionisme yang sesuai dengan aturan WTO.

Dari sudut pandang pembaca, laporan ini menunjukkan betapa pentingnya adaptasi dan strategi yang tepat dalam menghadapi tantangan global. Keseimbangan antara perlindungan industri lokal dan peningkatan daya saing menjadi kunci sukses bagi Krakatau Steel dan industri baja Indonesia secara keseluruhan.

More Stories
see more