Reptil besar ini memiliki ukuran yang luar biasa, mencapai panjang hingga 3 meter dan berat lebih dari 136 kilogram. Dikenal sebagai kadal terbesar di dunia, komodo hanya ditemukan di beberapa pulau di Nusa Tenggara Timur. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku dan preferensi habitat mereka menjadi alasan utama mengapa spesies ini tidak hidup di tempat lain. Selain itu, ketidakminatan mereka untuk melintasi lautan juga membatasi penyebaran.
Berdasarkan observasi ilmiah selama satu dekade, komodo menunjukkan kecenderungan kuat untuk tetap tinggal di daerah asalnya. Meskipun mampu bergerak aktif, mereka cenderung tidak meninggalkan wilayah asal secara permanen. Hal ini menunjukkan ikatan yang kuat antara spesies ini dengan lingkungan aslinya.
Menghabiskan waktu bertahun-tahun dalam penelitian, para ahli menemukan fakta menarik tentang pola pergerakan komodo. Meski bisa berpindah-pindah di selurang wilayah asalnya, reptil ini selalu kembali ke tempat asalnya. Bahkan, komodo yang dipindahkan jauh ke ujung pulau masih dapat menemukan jalan pulang ke rumah, meski membutuhkan waktu. Ini membuktikan betapa kuatnya ikatan mereka dengan habitat asli.
Para peneliti juga menemukan bahwa komodo enggan melintasi lautan luas, meskipun mereka mampu berenang. Alasan ini menjadi salah satu faktor utama yang membatasi penyebaran spesies ini ke wilayah lain. Ketidakminatan tersebut menjadikan pulau-pulau di Nusa Tenggara Timur sebagai satu-satunya tempat hidup komodo.
Ahli ekologi dari Australia menjelaskan bahwa walaupun komodo memiliki kemampuan berenang, mereka seolah enggan meninggalkan daratan asalnya. Faktor-faktor seperti arus laut dan jarak yang harus ditempuh mungkin menjadi pertimbangan mereka. Akibatnya, komodo memilih untuk tetap berada di wilayah yang sudah dikenalnya, menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya rumah bagi spesies ini.