Pada akhir pekan ini, pasangan kerajaan Inggris, Raja Charles dan Ratu Camilla, menghadiri sebuah acara spesial di Carnaby Street, London. Kedatangan mereka bertujuan untuk merayakan dimulainya bulan suci Ramadan. Selama kunjungan tersebut, pasangan kerajaan berpartisipasi dalam kegiatan sosial yang melibatkan penyediaan paket makanan bagi rumah sakit dan badan amal. Acara ini tidak hanya menunjukkan dukungan mereka terhadap komunitas Muslim tetapi juga memperkuat hubungan antaragama di Inggris.
Dalam kunjungan mereka ke restoran India bernama Darjeeling Express, Raja Charles dan Ratu Camilla turut membantu staf dalam proses pengemasan makanan. Restoran ini dikenal sebagai tempat yang didirikan oleh seorang wanita pengusaha, Asma Khan, pada tahun 2017. Pasangan kerajaan ikut mencicipi dan membantu menyendok kari ke dalam kotak makanan siap saji. Raja Charles bahkan bercanda tentang tanggal kedaluwarsa saat memasukkan kurma ke dalam kantong, sementara Ratu Camilla mengekspresikan humor tentang ukuran sendok besar yang digunakan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan restoran Darjeeling Express yang memasak untuk tujuan amal selama Ramadan. Mereka menyumbangkan hasil masakan kepada Doorstep, sebuah organisasi nirlaba yang mendistribusikan makanan kepada keluarga yang membutuhkan. Ibu Khan menjelaskan bahwa seluruh pendapatan restoran selama Ramadan disalurkan untuk Zakat al Fitr, sumbangan wajib bagi orang miskin dan yang memerlukan.
Setelah menghabiskan waktu di Darjeeling Express, pasangan kerajaan melanjutkan kunjungan mereka ke Imad’s Syrian Kitchen. Di sana, Raja Charles berdiskusi dengan komunitas Suriah Inggris tentang demokrasi dan pentingnya mendengarkan suara komunitas. Dia menekankan dukungan kuatnya terhadap demokrasi yang sedang berkembang dan mengungkapkan harapan agar pemimpin Suriah dapat mendengar aspirasi komunitas Suriah di Inggris.
Kunjungan ini menegaskan komitmen pasangan kerajaan dalam mendukung agama dan budaya yang beragam di Inggris. Aktivitas mereka bukan hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi simbol solidaritas dan penghargaan terhadap perbedaan. Melalui partisipasi langsung dalam kegiatan sosial dan dialog dengan berbagai komunitas, Raja Charles dan Ratu Camilla menunjukkan perhatian mendalam terhadap isu-isu yang relevan bagi masyarakat multikultural Inggris.