Berita
Situasi Politik di Gaza: Tantangan Menuju Kestabilan
2025-02-22

Dalam situasi yang rumit di Gaza, mantan pejabat Israel Alon Pinkas menyoroti tantangan besar dalam mencapai solusi politik. Menurutnya, tidak adanya pihak politik alternatif untuk menggantikan Hamas membuat proses negosiasi menjadi semakin sulit. Selain itu, gencatan senjata yang telah berlangsung sebagian besar berhasil, namun masih rapuh dan menghadapi risiko kegagalan pada tahap selanjutnya. Situasi ini dipengaruhi oleh sikap pemerintah Israel yang enggan melibatkan Hamas dalam proses pemerintahan, serta ketidakmampuan politik Perdana Menteri Netanyahu untuk melakukan penarikan pasukan.

Pinkas, yang pernah menjabat sebagai duta besar dan konsul jenderal Israel di New York, menjelaskan bahwa situasi di Gaza saat ini sangat kompleks. Dia menekankan bahwa Hamas, setelah dua dekade memegang kendali, mulai menyadari perlunya pendekatan baru dalam mempertahankan kekuasaannya. Dengan kerusakan yang dialami Gaza, kelompok tersebut tampaknya memahami bahwa metode lama tidak lagi efektif. Oleh karena itu, diperlukan kekuatan pelengkap untuk membantu stabilisasi wilayah tersebut. Solusi yang dia usulkan termasuk partisipasi kekuatan antar-Arab dengan komponen Palestina.

Menurut Pinkas, salah satu hambatan utama adalah sikap Israel yang menolak gagasan tersebut. Ini menciptakan situasi di mana tidak ada kemajuan nyata dalam resolusi konflik. Dia juga menyoroti bahwa meskipun fase pertama gencatan senjata telah berjalan dengan baik, hal ini belum tentu menjadi indikator positif untuk tahap berikutnya. Fase kedua, yang melibatkan pengurangan kekuatan militer Israel dan penarikan pasukan, dianggap sebagai langkah yang lebih menantang dan kurang disukai oleh pemerintah Israel.

Gencatan senjata saat ini hanya merupakan penghentian permusuhan sementara, bukan akhir dari perang. Pinkas menunjukkan bahwa Netanyahu, secara politis, tidak mampu melakukan penarikan pasukan atau mengumumkan penghentian perang secara resmi. Dia menambahkan bahwa jika fase kedua tidak dilaksanakan, maka fase pertama akan berlanjut, tetapi tanpa aspek penting seperti pertukaran informasi atau pengurangan kekuatan militer. Hal ini dapat menjadi tanda buruk bagi keberlangsungan gencatan senjata.

Ketidakpastian politik di Gaza terus menjadi isu penting. Meskipun ada upaya untuk mencapai stabilitas melalui gencatan senjata, tantangan yang dihadapi tetap signifikan. Sikap Israel yang enggan melibatkan Hamas dan ketidakmampuan politik Netanyahu untuk mengambil langkah-langkah penting dalam proses perdamaian menambah kompleksitas situasi. Diperlukan pendekatan baru dan kolaborasi regional untuk mencapai solusi yang berkelanjutan.

More Stories
see more