Berita
Solidaritas dan Semangat Kebersamaan dalam Kongres Muslimat NU
2025-02-22

Kongres Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Surabaya telah meninggalkan jejak mendalam dalam hati para peserta. Acara ini menjadi ajang berkumpul bagi kader Muslimat dari seluruh penjuru Indonesia, membawa mereka lebih dekat dalam semangat persaudaraan. Dalam suasana yang penuh keakraban, para peserta berbagi pengalaman, bertukar pikiran, dan memperkuat komitmen mereka terhadap organisasi dan bangsa. Acara ini menegaskan pentingnya ikatan batin antar kader yang didasari oleh nilai-nilai budaya, sejarah, dan ideologi bersama.

Pusat perhatian Kongres ini adalah sosok Hj. Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Muslimat NU, yang tidak hanya menjadi pemimpin tetapi juga ibu spiritual bagi semua kader. Beliau dikenal dengan sikap rendah hati dan sederhana meski memiliki prestasi gemilang baik di organisasi maupun pemerintahan. Selain itu, hadir pula tokoh-tokoh inspiratif lainnya seperti Bu Nyai Mahfuzhah Aly Ubaed, Bu Nyai Chisbiyah, serta Hajjah Arifatul Choiri Fauzi yang baru terpilih sebagai Ketua PP Muslimat. Mereka membawa aura ketenangan dan keharmonisan yang menyempurnakan suasana acara.

Berkumpulnya para kader Muslimat dari berbagai daerah menciptakan dinamika yang kaya. Mereka saling mendukung dalam menjalankan tugas-tugas organisasi, berdiskusi intensif, dan memilih kembali pemimpin-pemimpin organisasi. Proses ini menguatkan ikatan emosional dan solidaritas antar anggota. Semua aktivitas tersebut dilakukan dengan tujuan mulia untuk mewujudkan visi kebesaran Muslimat, Nahdlatul Ulama, dan bangsa Indonesia. Semangat "Lita’arafu" atau saling mengenal satu sama lain menjadi nyata dalam setiap interaksi.

Acara ini bukan hanya tentang pertemuan fisik tetapi juga peneguhan jiwa. Setiap momen di Kongres dipenuhi dengan emosi yang mendalam, bahkan banyak yang meneteskan air mata. Para kader merasakan bahwa mengurus Muslimat adalah bentuk jihad yang harus dilakukan dengan hati yang tulus. Dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, Muslimat terus berkomitmen untuk mengibarkan kalimat Allah dan menegakkan syariat-Nya di seluruh penjuru negeri. Meski Kongres telah berakhir, pesan dan kesannya akan terus hidup dalam hati setiap peserta, menjadi bekal untuk berkontribusi lebih besar lagi di daerah masing-masing.

More Stories
see more