Berita
Pembangunan Bandara di Indonesia: Antara Megah dan Kesepian
2025-02-18

Infrastruktur penerbangan yang megah belum tentu menjamin ramainya aktivitas penumpang. Pembangunan 27 bandara baru dan rehabilitasi 64 bandara di seluruh Indonesia telah meninggalkan sejumlah fasilitas yang kini terasa sepi. Proyek-proyek besar ini, yang menghabiskan triliunan rupiah, ternyata tidak sepenuhnya optimal dalam penggunaannya. Faktor utama yang berkontribusi pada kondisi ini adalah dampak pandemi global yang mempengaruhi mobilitas masyarakat.

Selain situasi pandemi, beberapa faktor lain juga berperan dalam menurunkan aktivitas bandara. Geopolitik yang tidak stabil berdampak pada ketersediaan suku cadang pesawat, serta pelemahan daya beli masyarakat turut mempengaruhi jumlah penumpang. Harga tiket yang tinggi menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang memilih moda transportasi lain. Salah satu contoh nyata dari fenomena ini adalah Bandara Ahmad Yani yang kehilangan status internasionalnya dan kini hanya beroperasi sebagai bandara domestik. Meski fasilitas lengkap, puluhan toko di area bandara tetap tampak kosong, mencerminkan penurunan minat wisatawan.

Kondisi serupa juga dialami oleh Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat. Meskipun dibangun dengan kapasitas besar dan fasilitas modern, bandara ini justru lebih dikenal karena kesediannya. Sejak resmi dibuka pada tahun 2018, Bandara Kertajati mengalami penurunan signifikan dalam aktivitas penerbangan, terutama setelah pandemi melanda. Pengelola bandara bahkan harus melakukan efisiensi biaya, termasuk pemotongan anggaran listrik hingga Rp1 miliar. Di awal 2021, bandara ini hanya bisa bertahan dengan melayani penerbangan kargo.

Permasalahan ini mengingatkan kita bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya soal megah dan modern, tapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan dan kenyamanan masyarakat. Diperlukan inovasi dan strategi yang tepat agar bandara-bandara tersebut dapat kembali bergairah dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Langkah-langkah seperti peningkatan promosi pariwisata, penyesuaian harga tiket, dan kerja sama dengan maskapai penerbangan dapat membantu meningkatkan arus penumpang dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

More Stories
see more