Pada hari Sabtu, 22 Februari 2025, organisasi Hamas melaksanakan pertukaran tawanan dengan Palang Merah Internasional di kota Rafah, Gaza Selatan. Dalam acara ini, dua dari enam tawanan Israel akan dibebaskan dan diserahkan kepada otoritas Palang Merah. Acara tersebut juga menampilkan persenjataan yang dilaporkan disita oleh Hamas selama konflik terakhir. Informasi ini diberikan oleh Pusat Informasi Palestina, yang menyebutkan nama-nama tawanan beserta latar belakang mereka.
Pada pagi hari yang mendung di kota Rafah, tepatnya di wilayah selatan Jalur Gaza, upacara serah terima tawanan berlangsung dengan suasana tegang namun penuh harapan. Di hadapan para saksi internasional, Hamas menyerahkan dua warga negara Israel kepada Palang Merah. Upacara ini berlangsung di kamp pengungsi Nuseirat di pusat Gaza, tempat kedua tawanan tersebut akhirnya dapat merdeka setelah bertahun-tahun penahanan.
Dua tawanan yang dibebaskan adalah Avera Mengistu, seorang warga negara ganda Israel-Ethiopia berusia 37 tahun, yang memasuki Gaza pada September 2014, dan Tal Shoham, seorang warga negara ganda Israel-Austria berusia 39 tahun, yang ditawan pada Oktober 2023 saat mengunjungi keluarganya. Selain itu, gambar yang dipublikasikan oleh Quds News Network menunjukkan senjata otomatis Israel yang diklaim disita oleh Hamas selama insiden pada Oktober 2023.
Informasi tambahan tentang keenam tawanan mencakup Hisham al-Sayed, seorang warga negara Israel keturunan Badui yang memasuki Gaza pada April 2015. Dia pernah menjadi anggota militer Israel sebelum ditahan oleh Hamas. Sementara itu, istri Tal Shoham, ibu mertuanya, dan dua anaknya telah dibebaskan dalam pertukaran tawanan sebelumnya.
Berbagai pihak mengharapkan bahwa langkah ini dapat membuka jalan untuk perdamaian dan stabilitas di wilayah tersebut.
Dari perspektif seorang jurnalis, pertukaran tawanan ini menandai momen penting dalam sejarah konflik Timur Tengah. Ini bukan hanya simbolis, tetapi juga merupakan langkah konkret menuju perdamaian dan rekonsiliasi. Semoga, langkah ini dapat mendorong dialog lebih lanjut antara kedua belah pihak dan membawa harapan baru bagi rakyat Palestina dan Israel.