Dalam sebuah respons terhadap penarikan lagu berjudul "Bayar Bayar Bayar" oleh grup musik Sukatani, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, mengecam tindakan ini. Dia mendesak pihak kepolisian untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga melakukan intimidasi terhadap Sukatani. Usman menekankan pentingnya kebebasan berekspresi dalam karya seni dan memastikan bahwa kelompok musik tersebut dapat bekerja tanpa ancaman atau tekanan.
Pada Sabtu, 22 Februari 2025, di Jakarta, Usman Hamid, Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, menyampaikan keprihatinannya atas penarikan lagu "Bayar Bayar Bayar" dari grup musik Sukatani. Grup ini berasal dari Purbalingga dan dikenal dengan genre Post-Punk atau New Wave. Usman menegaskan bahwa adanya permohonan maaf dari Sukatani kepada Kapolri dan stafnya mencerminkan adanya tekanan yang tidak seharusnya ada.
Amnesty International mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk segera mengambil tindakan korektif atas dugaan adanya tekanan terhadap Sukatani. Usman menambahkan bahwa Polri harus mengungkap identitas pihak-pihak yang diduga telah melakukan intimidasi. "Kebebasan setiap warga negara dalam berkesenian harus dijamin, termasuk melindungi Sukatani dari segala bentuk ancaman," kata Usman.
Musik, sebagai salah satu bentuk ekspresi, merupakan pilar penting dalam masyarakat untuk menyuarakan aspirasi. Hak ini dijamin dalam Pasal 19 Konvensi Hak Sipil dan Politik serta Pasal 27 Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Usman juga mengingatkan bahwa seni menjadi sasaran represi negara akhir-akhir ini, seperti penarikan karya lukisan Yos Seprapto pada Desember lalu dan larangan pertunjukan drama "Wawancara Dengan Mulyono" beberapa hari yang lalu.
Dari perspektif hak asasi manusia, Usman menekankan bahwa kebebasan berekspresi melalui karya seni adalah hak yang tak terpisahkan. Dia menyerukan agar pemerintah dan aparat hukum melindungi ruang publik untuk kreativitas dan kritik sosial.
Sebagai jurnalis, saya melihat insiden ini sebagai peringatan tentang pentingnya menjaga kebebasan berekspresi dalam masyarakat. Seni dan budaya memiliki peran vital dalam menciptakan dialog sosial yang sehat. Melalui laporan ini, kita diingatkan kembali akan tanggung jawab kita untuk melindungi dan mendukung para seniman dalam menyuarakan pandangan mereka tanpa rasa takut atau tekanan.