Kabar duka yang mengejutkan datang dari dunia hiburan Korea. Ayah Kim Sae Ron, seorang aktris berbakat, mengungkapkan bahwa putrinya mengalami tekanan mental yang luar biasa sebelum meninggal dunia. Tekanan ini disebabkan oleh konten video yang diposting oleh seorang Youtuber. Selain itu, Ketua Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Produser Hiburan Korea juga membahas situasi tersebut dengan ayah Kim Sae Ron, menyoroti dampak serius konten online terhadap kesehatan mental artis muda.
Kim Sae Ron menghadapi tantangan mental yang signifikan karena penyebaran video-video tertentu di platform YouTube. Konten-konten tersebut menciptakan lingkungan yang penuh tekanan dan keraguan, mempengaruhi keadaan psikologisnya secara negatif. Situasi ini menjadi sorotan ketika ayahnya menyampaikan bahwa konten-konten tersebut telah memberikan beban berat kepada putrinya.
Konten yang dibuat oleh Youtuber A tidak hanya mencakup diskusi tentang kehidupan pribadi Kim Sae Ron, tetapi juga menyentuh aspek-aspek lain seperti kondisi keuangannya. Video-video tersebut mengkritik tindakan dan pilihan hidupnya, bahkan sampai pada pertanyaan-pertanyaan yang meragukan niat baiknya. Akibatnya, tekanan mental yang ditimbulkan semakin bertambah, dan hal ini menjadi faktor utama dalam kondisi psikologisnya yang memburuk.
Masyarakat luas bereaksi dengan cepat terhadap situasi yang dialami Kim Sae Ron. Setelah kabar meninggalnya tersebar, Youtuber A menghapus atau mengubah status video-video terkait menjadi pribadi, mendapat kritik tajam dari para netizen. Hal ini menunjukkan betapa sensitifnya isu privasi dan kesehatan mental dalam konteks media sosial.
Ketua Asosiasi Pencegahan Bunuh Diri Produser Hiburan Korea, Kwon Young Chan, juga turut berbicara mengenai insiden ini. Dia menjelaskan bahwa keluarga sedang mengumpulkan materi terkait untuk langkah-langkah selanjutnya setelah pemakaman. Kwon menegaskan bahwa aksi Youtuber A telah melanggar privasi Kim Sae Ron, semakin memperburuk kondisi mentalnya. Peristiwa ini menyoroti pentingnya etika dalam pembuatan konten online dan perlunya perlindungan lebih lanjut bagi individu yang rentan terhadap tekanan publik.