Prestasi gemilang PSIM Yogyakarta dalam promosi ke Liga 1 musim 2025/2026 telah mencuri perhatian banyak pihak. Setelah menunggu selama 19 tahun, klub ini akhirnya kembali berkompetisi di level tertinggi sepak bola Indonesia. Selain usaha para pemain dan pelatih, sosok penting lain yang mendapat sorotan adalah Direktur Marketing, Liana Tasno. Wanita pertama yang memegang posisi strategis ini memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan telah berkontribusi signifikan dalam kesuksesan klub.
Liana Tasno mewakili generasi baru pemimpin perempuan dalam dunia sepak bola Indonesia. Sebagai Direktur Marketing PSIM Yogyakarta, ia menjadi simbol inspiratif bagi banyak orang. Keberhasilan PSIM dalam promosi ke Liga 1 tak lepas dari strategi pemasaran yang cermat serta manajemen profesional yang diterapkannya. Liana membuktikan bahwa perempuan juga bisa sukses di bidang yang didominasi laki-laki.
Berbeda dari pemain dan pelatih yang sering berada di bawah sorotan, Liana Tasno bekerja di balik layar dengan dedikasi tinggi. Dalam mengelola aspek marketing klub, ia menerapkan konsep inovatif yang memadukan pengalaman di bidang desain grafis dan manajemen pemasaran. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan citra klub tetapi juga membantu memperluas basis penggemar PSIM. Strategi-strategi yang dikembangkan oleh Liana telah berkontribusi besar terhadap kesuksesan promosi klub ke Liga 1.
Sukses Liana Tasno sebagai Direktur Marketing PSIM Yogyakarta tak lepas dari pendidikan formal yang dimilikinya. Ia telah menempuh studi di Universitas Tarumanagara (Untar) dengan fokus pada berbagai disiplin ilmu yang relevan. Latar belakang akademis yang kuat ini memberikan dasar pengetahuan yang solid untuk mengembangkan strategi pemasaran yang efektif.
Liana meraih gelar sarjana Desain Grafis dari Untar pada tahun 2005. Tidak berhenti di situ, ia melanjutkan studi S-2 Manajemen Pemasaran pada tahun 2006 hingga 2008. Selanjutnya, pada tahun 2009, Liana menyelesaikan studi Magister Ilmu Hukum dengan fokus Bisnis Internasional. Gabungan antara ketiga bidang studi ini memungkinkan Liana untuk mengintegrasikan pengetahuan hukum, seni desain, dan prinsip-prinsip pemasaran dalam pekerjaannya di PSIM Yogyakarta. Kemampuan multidisiplin ini menjadikan Liana sosok yang tepat untuk membawa klub ke tahap baru.